Suhuf (3)
Oleh Ibn Ghifarie
Sepekan pascatragedi muski cadas di Asia Africa Culture Center (AACC), sabtu (9/2) sebagian masyarakat ikut prihatin sekaligus membuat aksi solidaritas komunitas underground.
Salah satunya yang dikalukan oleh Nandi panitia pelaksana peluncuran album baside itu, Ia melakukan pembacaan puisi ‘…..Selamat jalan kawan pahlawanku/haruskah pengorbanan 11 orang itu kita sia-siakan?
Kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap komunitas musik bawahtanah, harapnya.
Acara yang serupa juga hadir dari komunitas underground yang di kawaki oleh Gustar ‘Kita harus mengambil pelajaran atas kejadian itu dan lebih baik dalam memahami pelbagai musik, katanya.
Nah, untuk mengenang dan memberiakan dukungan kita kepada komunitas musik cadas lainya , kita akan menggelar Dialog Publik dan tabur bunga pada hari sabtu (23/02) sebagai bentuk kerprihatinan kita terhadap korban dan memberikan bantuan alakadrnya kepada mereka, jelasnya seperti yang dilansir oleh STV dalam program ‘Kabayan Nyentrik’, selasa (19/02)
Kegiatan Kabayan yang dipandu oleh Tisna Senjaya ini mencoba menelisik tentang kemandirian dan kreativitas aliran ini, Layana pentolan musik cadas dan pemilik Distro menuturkan ‘Indrustri kreatif tak tadi tak pernah ada campur tangan pemerintah, bahkan tak pernah diperhatikan.
Memang tak dapat bantuan dari penguasa. Istilahnya harus usaha sendiri, ungkapnya.
Sudahlah jangan saling menyalahkan. Toh, setelah ada korban baru pemerintah mau menanggapi. ‘Kreatifitas tak bisa dibungkam’. Mestinya kan tidak seperti itu dan gedung tempat berekspresi musik menjadi satu keharusan untuk mencegah korban lain berjatuhan, tambahnya
Maraknya Distro, label rekaman Indi, hingga ke penjuru Nusantara ini petanda anak muda Bandung masih kreatif dan mandiri, kata Tisna dalam menutup program Kabayan Nyentrin tersebut. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/02/08;18.45 wib
Suhuf (2)
Oleh Ibn Ghifarie
Tak seperti biasanya, lingkungan kampus UIN SGD Bandung dipadati orang-orang. Pasalnya, beberapa pekan civitas akademika tak tampak. Suasana sepi pun menyelimuti kemegahan bangunan Universitas.
Semula hanya ada para aktivias yang tengah mempersiapkan kegiatanya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Teater Awal—mempersiapkan pementasan di Rumentang, sabtu (16/02) LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman)—persiapan Ta’aruf Generasi Baru (TGB) di penghujung Februari.
Kini, memasuki hari pertama kuliah di semester genap orang-orang pada kumpul di Fakultasnya masing-masing, ruang belajar mengajar, DPR (Di bawah pohon Rindang), pelataran mesjid Iqomah, sekitar gedung Student Center (SC).
Tentu mengisahkan sederetan cerita, keluh-kesah dan motivasi saat pertama kuliah lagi. Salah satunya, Iim mahasiswa Adab menuturkan ‘Asyik masuk kuliah di semester baru. Semanagt dan nuansa baru harus menjadi modal untuk meraih kebahagiaan’
Ya paling tidak, biar lebih baik lagi nilai yang saya dapatkan dari semester sebelumnya, tambahnya.
Aduh belum apa-apa sudah belajar dan dikasih tugas lagi, cetus Asep aktivis pergerakan.
Padahal biasanya tak seperti itu. ‘Ya ngaret dikit gitulah. Baru sesudah seminggu proses belajar mengajat dimulai. Ini tidak lagi’, keluhnya.
Pemandangan serupa pun terjadi di ruangan eks pasca sarjana. Pasalnya, mahasiswa tingkat empat tengah mencari penempatan sekaligus lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dipusatkan di daerah Kota dan Kabupaten Bandung dari tanggal 27 Februari-28 Maret 2008.
Geliat mahasiswa juga mulai menampakan dirinya. Kala ditanya soal persiapan apa yang dibawa dalam program pengamdian masyarakat itu ‘Ah..nyantai waelah. Pan urang ge pernah PLJK (Peraktek Lapangan Kejamiyahan) baheula. Waktu sakola di Pasantrent [Ah..nyantai saja. Kan saya juga pernah PLKJ dulu. Waktu masih sekolah di Pesantren].
Jadi teu kudu riweuh sagala. Anguran mah nyiapkeun mental jeung duit. Pan sok loba nyiuen kagiatan ceuk anu pernah KKN oge. Otomatis saku kudu rada munel [Jadi ga mesti ribet segala. Yang mesti kita persaapkan dari segi mental dan keuangan. Kan suka banyak kegiatan kata orang-orang yang pernah KKN juga. Otomatis uang harus banyak], ungkap peserta KKN. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 18/02/08;21.46 wib