Lintas Peristiwa Ghifarie


Goresan (18)

Ditulis dalam Uncategorized oleh ghifarie pada Agustus 31, 2006
Boro-boro Komputerisasi.
Oleh Ibn Ghifarie
Membincang komputer sebagai kelengkapan administrasi. Apalagi pasca perubahan IAIN menjadi UIN kotak ajaib tersebut, seolah-olah menjadi keharusan supaya dengan mudah kita dalam mengetahui pelbagai informasi sekira kampus. Tentunya, bila di barengi dengan Internet. Mulai dari Indek Prestasi Kumulatif (IPK), Buku-buku baru atau Skripsi yang ada di perpuatakaan, agenda kegiatan; bayar regisrasi, Ta’aruf, Penerimaan Calon Mahasiswa Baru (PCMB) sampai publikasi tulisan di forum diskusi UIN SGD.

Namun, harapan itu masih jauh tertinggal bagi mahasiswa. Kalaupun ada, semisal lahirnya sistem LAN antar jurusan dan fakultas. Nyatnya masih dinikmati oleh kalangan pejabat tertentu.

Lagi-lagi tetap saja generasi muda, tak dapat mempergunakan pasilitas tersebut. Terlebih lagi, sebagian besar kaum terdidik itu berasal dari desa. Sudah tentu, tingkat ekomoninya rendak dan gagap teknologi (Gaptek).

Dengan demikian, peralihan Institut menjadi Universitas boro-boro dibarengi dengan alat komputerisasi dalam pelbagai sektor. Malahan, kotak ajaib pun jarang dipakai. Entah, karena alasan inilah. itulah.

Ditambah lagi, dengan mentalitas kaum pinggiran yang sering ruang-riung dan tak mengenal teknologi tersebut. Sungguh lengkap sudah penderitaan yang di alami civitas akademik UIN SGD.

Meski begitu, kita hanya bisa berharap mudah-mudahan impian tersebut segera terwujud. Semoga [Ibn Ghifarie]

cag rampes, Pojok Sekre Kere 10/06;00.15 wib

Goresan (17)

Ditulis dalam Uncategorized oleh ghifarie pada Agustus 31, 2006
Beda Nama, Sama Rasa.
Oleh Ibn Ghifarie

Perubahan IAIN menjadi UIN tak berbanding lurus dengan kebesaran namanya. Bila dulu masih Insitut terkenal dengan sebutan ushtadz/dzhnya. Kini, nyaris hilang bahkan tak pernah terdengarlagi.

Jangnkan menciptakan kader Dai baru. Malahan dalam bidang pendidikan sebagai modal utama terkesan disepelekan. Mau bukti? Lihat saja dalam pendirian Fakultas Sains & Teknologi (ST). Jangankan fasilitas Laboratorium yang menjadi sarat mutlak bagi Fakultas teknik, malah ruang kuliah saja belum jelas di mana. Kan, mestinya kalu mau berjualan (memasarkan Fakultas ST) harusnya sudah ada dulu “barangnya” baru kita tawarkan dan jual. Wah…. ini ngumpulin dulu mahasiswanya…. (baru entah kapan) mikirin barangnya…..(jangan tanya produk, lebih parah lagi). Kasus sejenis, lihat saja Jurusan Sosiologi Konsentrasi Sosiologi Agama….., sekarang entah ke mana…. ngak jelas hulu-buntutnya……tulis Leled Samak

Sekian tahun memperjuangkan peralihan UIN menjadi IAIN. Namun, tetap saja infra strukturnya tak disiapkan dan ditata dengan baik. Perjuangan keras dari pelbagai pihak dalam mewujudkan UIN hanya membuhkan hasil ‘beda nama, sama rasa.

Pendek kata, pengubahan itu hanya berkutat dalam kata ‘prestise’ semata. Nyatanya, mulai dari sarana-prasarana, dosen, kurikulum, sampai tek-tek bengeknya. Masih yang dulu. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Ruang Prodi 28/07;23.25 wib

Halaman Berikutnya »